Jumat, 15 April 2011

MEDIA PENYIMPANAN FILE /BERKAS

MEDIA PENYIMPANAN FILE /BERKAS

Media Penyimpanan
Peralatan fisik yang menyimpan representasi data.
Media Penyimpanan/storage atau memori dapat dibedakan atas 2 bagian yaitu :
1.  -Primary Memory       : Primary Storage atau Internal Storage
2.  -Secondary Memory  : Secondary Storage atau External Storage
        
PRIMARY MEMORY / MAIN MEMORY
1.     Ada  4 bagian didalam primary storage, yaitu :
- Input Storage Area               : Untuk menampung data yang dibaca
- Program Storage Area        : Penyimpanan instruksi-instruksi untuk pengolahan
- Working Storage Area         : Tempat dimana pemrosesan data dilakukan
- Output Storage Area            : Penyimpanan informasi yang telah diolah untuk
                                       sementara waktu sebelum disalurkan ke alat-alat
                                        output



 


2.    Primary storage dapat juga terbagi berdasarkan pada hilang atau tidaknya data / program di dalam penyimpanan yaitu :
  • Volatile Storage
Berkas data atau program akan hilang jika listrik padam
  • Non Volatile Storage
            Berkas data atau program tidak akan hilang sekalipun listrik dipadamkan

3.    Berdasarkan Pengaksesan nya primary memory terbagi menjadi dua yaitu :
 
  • RAM (RANDOM ACCESS MEMORY)
Bagian dari main memory, yang dapat kita isi dengan data atau program dari diskette atau sumber lain.  Dimana data-data dapat ditulis maupun dibaca pada lokasi dimana saja didalam memori.  RAM bersifat VOLATILE


  • ROM (READ ONLY MEMORY)
Memori yang hanya dapat dibaca.  Pengisian ROM dengan program maupun data, dikerjakan oleh pabrik.  ROM biasanya sudah ditulisi program maupun data dari pabrik dengan tujuan-tujuan khusus.  Misal : Diisi penterjemah (interpreter) dalam bahasa basic.
Jadi ROM tidak termasuk sebagai memori yang dapat kita pergunakan untuk program-program yang kita buat.  ROM bersifat NON VOLATILE


Tipe Lain dari ROM Chip yaitu :
-      PROM ( Programable Read Only Memory )
merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan berada pada PROM seterusnya. Berbeda halnya dengan RAM, pada PROM data akan tetap ada walaupun komputer dimatikan.
Perbedaan mendasar antara PROM dan ROM (Read Only Memory) adalah bahwa PROM diproduksi sebagai memory kosong, sedangkan ROM telah diprogram pada waktu diproduksi. Untuk menuliskan data pada chip PROM, dibutuhkan ‘PROM Programmer‘ atau ‘PROM Burner’

-      EPROM ( Erasable Programable Read Only Memory )
Jenis khusus PROM yang dapat dihapus dengan bantuan sinar ultra violet. Setelah dihapus, EPROM dapat diprogram lagi. EEPROM hampir sama dengan EPROM, hanya saja untuk menghapus datanya memerlukan arus listrik.

-      EEPROM ( Electrically Erasable Programable Read Only Memory )
EEPROM adalah tipe khusus dari PROM (Programmable Read-Only Memory ) yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. Seperti juga tipe PROM lainnya, EEPROM dapat menyimpan isi datanya, bahkan saat listrik sudah dimatikan.
EEPROM sangat mirip dengan flash memory yang disebut juga flash EEPROM. Perbedaan mendasar antara flash memory dan EEPROM adalah penulisan dan penghapusan EEPROM dilakukan dilakukan pada data sebesar satu byte, sedangkan pada flash memory penghapusan dan penulisan data ini dilakukan pada data sebesar satu block. Oleh karena itu flash memory lebih cepat.
Dengan ROM biasa, penggantian BIOS hanya dapat dilakukan dengan mengganti chip. Sedangkan pada EEPROM program akan memberikan instruksi kepada pengendali chip supaya memberikan perintah elektronis untuk kemudian mendownload kode BIOS baru untuk diidikan kepada chip. Hal ini berarti perusahaan dapat dengan mudah mendistribusikan BIOS baru atau update, misalnya dengan menggunakan disket. Hal ini disebut juga flash BIOS.(dna)

SECONDARY MEMORY

Memori dari pada CPU sangat terbatas sekali dan hanya dapat menyimpan informasi untuk sementara waktu.  Oleh sebab itu alat penyimpan data yang permanen sangat diperlukan.  Informasi yang disimpan pada alat-alat tersebut dapat diambil dan ditransfer pada CPU pada saat diperlukan.  Alat tersebut dinamakan secondary memory / auxiliary memory atau backing storage.

Jenis Secondary Storage
¨ Serial / Sequential Access Storage Device (SASD)
  Contoh : Magnetic Tape, Punched Card, Punched Paper Tape
¨ Direct Access Storage Device (DASD)
  Contoh : Magnetic Disk, Floppy Disk, Mass Storage

Pada memori tambahan pengaksesan data dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan instruksi-instruksi seperti GET, PUT, READ atau WRITE.
Beberapa pertimbangan didalam memilih alat penyimpanan :
-  Cara penyusunan data
-  Kapasitas penyimpanan
-  Waktu Akses
-  Kecepatan transfer data
-  Harga
-  Persyaratan pemeliharaan
-  Standarisasi

¨       Serial / Sequential Access Storage Device (SASD)
Magnetic Tape
Magnetic Tape (Pita Magnetik) merupakan model pertama dari External Storage (Secondary Storage). Pita ini juga dipakai untuk alat input/output dimana informasi dimasukkan ke CPU dari Media ini dan informasi dapat diambil dari CPU lalu disimpan pada media ini juga.
Panjang pita ini pada umumnya 2400 feet, lebarnya 0.5 inch dan tebalnya 2 mm. Jumlah data yang ditampung tergantung pada model pita magnetik  yang digunakan.  Untuk pita yang panjangnya 2400 feet, dapat menampung kira-kira 23.000.000 karakter. Penyimpanan data pada pita ini adalah dengan cara sequential.
Sekarang pita magnetik berbentuk cartridge. Data ditulis pada pita magnetik dengan memberikan sifat magnetis pada daerah sepanjang pita.

Ø  Representasi Data dan Density pada pita magnetik
Data direkam secara digit pada media ini sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida.  Magnetisasi positif menyatakan 1 bit, sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya.
Tape terdiri atas 9 track, 8 track dipakai untuk merekam data dan track yang ke 9 untuk koreksi kesalahan.
Salah satu karakteristik yang penting dari pita magnetic ini adalah density (kepadatan) dimana data disimpan.  Density adalah fungsi dari media tape dan drive yang digunakan untuk merekam data ke media tadi.  Satuan yang digunakan density adalah bytes per inch (bpi).  Umumnya density dari tape adalah 1600 bpi dan 6250 bpi.   (bpi ekivalen dengan charakter per inch)

Ø  Parity dan Error Control pada Magnetic Tape
Salah satu teknik untuk memeriksa kesalahan pada pita magnetik adalah dengan parity check.
¨        
¨       Jenis Parity Check adalah
¨        
Ø  ODD PARITY (Parity Ganjil)
Jika data direkam dengan menggunakan odd parity, maka jumlah 1 bit yang merepresentasikan suatu karakter adalah ganjil.
Jika jumlah 1 bitnya sudah ganjil, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akan tetapi jika jumlah 1 bitnya masih genap maka parity bitnya adalah 1 bit.

Ø  EVEN PARITY ( Parity Genap)
Bila kita merekam data dengan menggunakan even parity, maka jumlah 1 bit yang merepresentasikan suatu karakter adalah genap jika jumlah 1 bitnya sudah genap, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akan tetapi jika jumlah 1 bitnya masih ganjil maka parity bitnya adalah 1 bit.

Misal
Track        1          :           0          0          0          0          0          0
à                2          :           1          1          1          1          1          1
à                3          :           1          1          1          1          1          1
à                4          :           0          1          0          1          0          1
à                5          :           1          1          0          1          1          0
à                6          :           1          1          1          1          0          0
à                7          :           0          1          1          1          1          0
à                8          :           0          0          1          1          1          1
à          
Bagaimana isi dari track ke 9, jika untuk merekam data digunakan odd parity dan even parity ????

Jawab :
ODD PARITY
Track 9          :           1          1          0          0          0          1

EVEN PARITY
Track 9          :           0          0          1          1          1          0

LATIHAN  :
Lihat suatu bagian dari tape yang berisi :
Track        1          :           1          0          0          0          1          1
à                2          :           1          1          1          1          1          0
à                3          :           0          0          0          1          1          1
à                4          :           0          0          0          1          0          1
à                5          :           0          1          0          1          1          1
à                6          :           1          0          0          1          1          1
à                7          :           1          1          1          0          0          0
à                8          :           1          0          0          0          0          0
à          
à         Bagaimana isi dari track ke 9, jika untuk merekam data digunakan
à                           1. Even Parity
à                           2. Odd Parity



Ø  Sistem Block pada Pita magnetik
Data yang dibaca dari atau ditulis ke media ini dalam suatu grup karakter disebut block.  Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary memory dan primary memory pada saat akses.  Sebuah block dapat terdiri dari satu atau lebih record.  Sebuah block dapat merupakan physical record.
Diantara 2 block terdapat ruang yang disebut sebagai gap (inter block gap).
Panjang masing-masing gap adalah 0.6 inch.  ukuran block dapat mempengaruhi jumlah data/record yang dapat disimpan dalam tape.

Ø  Menghitung Kapasitas Penyimpanan & waktu akses pada Tape
¨        
¨       Misal :
¨       Akan dibandingkan berapa banyak record yang disimpan dalam tape bila :
¨                         1 block berisi 1 record
¨                         1 record = 100 charakter   ; dengan
¨                         1 block berisi 20 record
¨                         1 record = 100 charakter
Panjang tape yang digunakan adalah 2400 feet, density 6250 bpi dan panjang gap 0.6 inch.

¨       Jawab ;
¨        
¨       1.                          2400 feet/tape * 12 inch/feet
¨            
¨                        1 rec/block * 100 char/rec      + 0.6 inch/gap * 1 gap/block
¨                                                   6250 char/inch
¨                   =  46753 block/tape                                                  
¨        
¨       2.                           2400 feet/tape * 12 inch/feet
¨            
¨                                    20 rec/block * 100 char/rec      + 0.6 inch/gap * 1 gap/block
¨                                                     6250 char/inch
¨        =  31304 block/tape
¨                         Jadi tape tersebut berisi    = 20 * 31304
¨                                                                       = 626.080 record.
¨        
Ø  Menghitung waktu akses.
Misal ;
Kecepatan akses tape untuk membaca/menulis adalah 200 inch/sec.
Waktu yang dibutuhkan untuk berhenti dan mulai pada waktu terdapat gap adalah 0.04 second.
Hitung waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut, dengan menggunakan data pada contoh sebelumnya.

Jawab :

1 block 1 record
46753 block/tape * 0.016 inch/block + 46753 block/tape * 0.004 sec/gap * 1 gap/block


 

200 inch/sec
= 190.75 sec/tape
Jadi waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut adalah 190.75 sec
1 block 20 record
2338 block/tape * 0.32 inch/block + 2338 block/tape * 0.004 sec/gap * 1 gap/block


 

200 inch/sec
= 10.55 sec/tape
Jadi waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut adalah 10.55 sec

Ø  Keuntungan Penggunaan Magnetic Tape
Panjang record tidak terbatas
Density data tinggi
Volume penyimpanan datanya besar dan harganya murah
Kecepatan transfer data tinggi
Sangat efisiensi bila semua atau kebanyakan record dari sebuah tape file memerlukan pemrosesan seluruhnya

Ø  Keterbatasan penggunaan Magnetic Tape
Akses langsung terhadap record lambat
Masalah lingkungan
Memerlukan penafsiran terhadap mesin
Proses harus sequential

Ø  Organisasi Berkas dan Metode Akses pada Magnetic Tape
Untuk membaca atau menulis pada suatu magnetic tape adalah secara sequential.  Artinya untuk mendapatkan tempat suatu data maka data yang didepannya harus dilalui terlebih dahulu.
Maka dapat dikatakan organisasi data pada file didalam tape dibentuk secara sequential dan metode aksesnya juga secara sequential

Ø  Macam - macam Magnetik tape, misalnya:
- Mini cartridge : dapat menampung data sebesar 250 MB sampai 8 GB).
- Videotape/Videocassette (Pita Video/Kaset Video) : merupakan alat penyimpanan komputer yang banyak ditemui dipasaraan.Videotape terdiri dari berbagai macam format, baik dalam format analog maupun digital. Format analog misalnya VHS, S-VHS ataupun format berkualitas broadcast, yaitu : Betacam, Format digital dapat dalam MiniDV, DVC-Pro,DVCAM, HDCAM, Hi8, DVHS, atau format digital untuk kualitas broadcast Betacam Digital.

Kamis, 24 Maret 2011

WIKILEAKS

Wikileaks Indonesia. Dokumen Rahasia Terkait Indonesia di WikiLeaks.
WikiLeaks mulai sedikit demi sedikit terdengar dengan berita heboh yang mereka punya. Wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Organisasi ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga jurnalis, matematikawan, dan teknologi dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur Wikileaks.
WIKILEAKS sedang jadi perbincangan hangat. Situs yang mendedikasikan dirinya sebagai “ember” itu, lagi-lagi, merilis sejumlah dokumen rahasia. Kali ini, wikileaks.org mempublikasikan dokumen-dokumen kawat diplomatik yang bersumber dari 274 kedutaan besar Amerika Serikat di berbagai belahan dunia, termasuk dari Departemen Luar Negeri AS. Jumlah dokumennya ada 251,287 buah dan, hingga hari ini, yang dirilis belum sampai 300 dokumen.
Dalam pernyataannya di situsnya, Wikileaks mengaku sengaja mencicil publikasi dokumen itu, agar masing-masing tema mendapat perhatian publik yang memadai. Bila dilepas sekaligus, rahasia negara yang penting bisa terlewatkan dari perhatian. Sejak Wikileaks merilis kawat-kawat rahasia itu, media sedunia berpesta pora memberitakannya. Berita-berita seksi bertaburan. Misalnya soal Belanda yang menyimpan nuklir titipan Amerika Serikat,  Raja Arab Saudi meminta AS menyerang Iran,  pendapat dan prediksi negarawan senior Singapura Lee Kwan Yew tentang Korea dan masa depannya; dan lain-lain. Tak kurang Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton kebakaran jenggot (meski tentu ia tak berjenggot), dan mengecam pembocoran dokumen-dokumen itu.

Rincian Bocoran Wikileaks :
Sejumlah data rahasia negara-negara hasil dokumentasi Amerika Serikat telah tersebar di dunia maya. WikiLeaks adalah sang penyebar informasi tersebut. Berikut ini adalah rincian jumlah dokumen yang dipastikan sudah menjadi informasi publik. Ada 3.059 dokumen penting rahasia Amerika tentang Indonesia yang disusun Kedubes AS di Jakarta. Di antaranya ada laporan Congressional Research Service; Report RS21874 tentang hasil Pemilu 2004 Indonesia. Menurut informasi yang tersebar di laman milist Rabu (1/12) ini, dokumen sangat rahasia milik AS yang berkaitan dengan Prancis mencapai 1.582 banyaknya. Di antaranya mencakup soal Presiden Nicolas Sarkozy, sebanyak 256 dokumen rahasia, dan dokumen resmi biasa mencapai 1.937. Soal Spanyol, WikiLeaks membeberkan 898 dokumen sangat rahasia versi Amerika. Angka itu masih ditambah 103 dokumen rahasia, dan 2.619 dokumen biasa.

Siapa sebenarnya orang di belakang WikiLeaks yang baru-baru ini sukses membongkar fakta-fakta sekaligus rahasia besar milik militer AS?
Yang berhasil membongkarnya adalah Julian Paul Assange yang merupakan pendiri sekaligus jurubicara WikiLeaks. Ia membesarkan situs whistle-blower tersebut sejak Desember 2006. Assange adalah seorang aktivis Internet sekaligus jurnalis asal Australia. Sebelum menangani WikiLeaks, pria kelahiran 3 Juli 1971 itu hanyalah seorang siswa matematika dan fisika yang bekerja sebagai programmer. Di tahun 2006, Assange memutuskan untuk fokus membesarkan WikiLeaks. Dia terlibat dalam publikasi dokumen tentang pembunuhan yang tak tersentuh hukum di Kenya. Selain itu, dia juga mengungkap pembuangan limbah beracun ke pantai Afrika, disusul publikasi manual Church of Scientology, prosedur Teluk Guantanamo, dan material-material yang melibatkan bank-bank besar seperti Kaupthing dan Julius Baer. Mungkin beberapa temuan Assange di atas masih asing di telinga Anda. Namun, yang paling menarik, justru ketika pria berdarah Australia asli itu membongkar ratusan ribu dokumen milik militer AS, termasuk invasi Amerika Serikat di Afghanistan dan Irak. Pada 28 November 2010, WikiLeaks dan lima rekan media lainnya resmi mempublikasikan dokumen-dokumen tersebut di website cablegate.wikileaks.org. Sayang, website itu buru-buru ditutup oleh empunya domain asal Amerika Serikat (AS). Padahal, di laman tersebut, Anda bisa menemukan informasi berupa kumpulan memo diplomatik bersifat rahasia atau terbatas.

Lalu apakah ada dokumen rahasia terkait Indonesia yang dirilis Wikileaks?
Jawabannya adalah ada. Kawat diplomatik yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Jakarta jumlahnya total ada 3059 buah. Dokumen aman alias tak rahasia jumlahnya ada 1510 buah. Sisanya adalah dokumen rahasia, dengan kategori “confidential” 1451 buah, dan kategori “secret” ada 98 buah. Sejauh ini, dokumen yang menyebut Indonesia barulah yang “menyerempet” saja. Salah satunya adalah dokumen tentang seorang direktur di Departemen Pertahanan AS yang bertemu dengan asisten Menteri Luar Negeri AS, membicarakan situasi pascakunjungan Hillary Clinton ke Jakarta, 2009 lalu. Clinton sempat mengatakan AS mempertimbangkan menyediakan “payung pertahanan” bagi negara-negara Arab moderat untuk menghadapi nuklir Iran.
Sekian penjelasan saya tentang Wikileaks, semoga bermanfaat buat kita semua.

Rabu, 09 Maret 2011

Analisis Web Science (Part III)

Faktor ekonomi                                                            
Analisis logfile hampir selalu dilakukan di rumah. Halaman penandaan dapat dilakukan di rumah, tetapi lebih sering disediakan sebagai layanan pihak ketiga. Perbedaan ekonomi antara dua model juga bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang memutuskan untuk membeli.
Solusi mana yang lebih murah untuk mengimplementasikan tergantung pada jumlah keahlian teknis dalam perusahaan, vendor yang dipilih, jumlah aktivitas dilihat pada situs web, kedalaman dan jenis informasi yang dicari, dan jumlah situs web yang berbeda membutuhkan statistik.
Terlepas dari solusi vendor atau metode pengumpulan data yang digunakan, biaya analisis web pengunjung dan interpretasi juga harus disertakan. Artinya, biaya untuk mengubah data mentah menjadi informasi ditindaklanjuti. Ini dapat dari penggunaan konsultan pihak ketiga, yang mempekerjakan seorang analis web yang berpengalaman, atau pelatihan seseorang dalam-rumah yang cocok. A -manfaat analisis biaya maka dapat dilakukan. Misalnya, apa meningkatkan pendapatan atau penghematan biaya dapat diperoleh dengan menganalisis data pengunjung web?

Metode Hybrid      
Beberapa perusahaan kini memproduksi program yang mengumpulkan data melalui kedua file log dan tag halaman. Dengan menggunakan metode hibrid, mereka bertujuan untuk menghasilkan statistik yang lebih akurat daripada baik metode sendiri. Solusi Hybrid pertama diproduksi pada tahun 1998 oleh Rufus Evison, yang kemudian berputar produk untuk menciptakan sebuah perusahaan yang berbasis pada peningkatan akurasi metode hibrida .

Pengunjung Geolocation
Dengan geolocation IP, adalah mungkin untuk melacak lokasi pengunjung. Menggunakan IP database geolocation atau API, pengunjung dapat geolocated ke kota, daerah atau tingkat negara. IP Intelijen, atau Internet Protocol (IP) Intelijen, adalah teknologi yang peta Internet dan IP katalog alamat oleh parameter seperti lokasi geografis (negara, kawasan, negara, kota dan kode pos), jenis sambungan, Internet Service Provider (ISP), proxy informasi, dan banyak lagi. Generasi pertama dari IP Intelijen disebut sebagai Penargetan Geografis atau geolocation teknologi. Informasi ini digunakan oleh perusahaan untuk segmentasi pemirsa online dalam aplikasi seperti iklan online , perilaku penargetan , konten lokalisasi (atau lokalisasi situs web ), manajemen hak digital ,personalisasi , deteksi penipuan online, geografis hak pengelolaan, pencarian lokal, analisis yang disempurnakan, manajemen lalu lintas global , dan konten distribusi.


Part I
Part II
Part IV
Part V
Part VI